mungkin akan terlalu pedih untuk aku menyadarinya.
mungkin terlalu menyakitkan.
jika pada akhirnya semuanya menjadi begitu melelahkan untukmu.
sungguh, tak pernah terpikirkan olehku,
jika tanpa sengaja aku mungkin telah melukai rapuhnya jiwamu.
betapa aku begitu menyayangimu, sahabat,
dan betapa aku berharap akan kita.
jika tawa kita mulai memudar, dan kebersamaan kita menjadi kenangan.
maka aku takkan memaksamu untuk kembali menjadi sedia kala.
karena pada akhirnya, mungkin memang selalu ada masanya.
kau membutuhkan ruangmu sendiri tanpa aku membayangi.
jika adaku tak lagi mengurangi helaan nafasmu,
maka aku akan mundur, agar lebih lapang langkahmu.
sesungguhnya,
tak lagi manis tawaku,
jika ternyata kebahagiaan ini berada diatas pedihmu.
tak lagi lega jiwaku,
jika pada akhirnya semuanya begitu menyakitimu.
namun tetap aku berharap akan kau
akan tawamu
akan harapanmu atas masa depan
tetap aku akan berdiri di belakangmu
berjaga-jaga jika saja kau membutuhkan adaku
aku akan merasa lega,
jika kau telah menemukan mereka untuk menghapus penatmu
untuk mengisi hampamu
aku akan merasa bahagia
jika mereka mampu mengembalikan senyummu
tawamu
dan juga harapanmu
akan semua
mungkin inilah titik kita
untuk berhenti bersama dan menjadi dewasa
mungkin inilah saatnya bagi kita
untuk membuktikan pada dunia
bahwa sebesar mimpi yang kita jalin
sebesar itu pula yang kita dapatkan
maka aku akan memaklumi semua
aku akan memahaminya
dan aku dengan sabar akan menunggu
saat kembali waktu kan mempertemukan
dan tak lagi ada kau dan aku
namun kembali menjadi kita
disini...
senin, 17/11/2008
0 komentar:
Poskan Komentar