Sabtu, 31 Desember 2011
Selamat Tahun Baru, Sobat...
Baru kemarin kita berdiri di sana, di gerbang yang disebut titik masa depan. Saat kita sejenak berpandangan dan berlari melepaskan genggaman. Tahun demi tahun berlalu, tawa dan air mata bersatu... Saat kau bercerita tentang hidupmu dan aku bercerita tentang kisahku. Kita kembali terdiam, saling menekuri perjalanan masing-masing kita. Orang2 yang mencintai kita, orang2 yang meninggalkan kita dan orang2 yang membuat kita menjadi dewasa. Tahun ini adalah perjalanan yang berikutnya, sobat. Sebuah keputusan untuk meneruskan menjadi baru dan menjadi luar biasa. Jadilah baru, jadilah bijaksana, jadilah cinta bagi semua orang dan jadilah kau apa adanya. Selamat tahun baru, senantiasa mudah jalanmu dan senantiasa indah hidupmu. 31/12/2011; 19:36
Jumat, 09 Desember 2011
How it become is how you want it to be.
Tak ada tuntutan, saat pada akhirnya perjuangan memang diupah kegagalan. Tak ada kemarahan hanya sedikit kekecewaan karena dipaksa berhenti padahal begitu banyak yang ingin diberikan. Tak ada air mata untuk sebuah penolakan, namuan hanya keheranan karena mereka menolak keberhasilan yang kelak dirasakan. Yah... Kadang jarak pandang manusia membuat perpektif berbeda yang berpengaruh pada kesimpulan yang patut disayangkan. Namun, manusia tak hidup sendiri, bahkan saat kita percaya batu itu tak terhancurkan, tetes air bisa membuatnya berkeping. Dan kekalahan menjadi penilaian yang relatif. Karena kemenangan menjadi kekalahan jika tanpa pengakuan orang lain, namun kekalahan juga bisa menjadi kemenangan saat kepuasan itu melebihi kemenangan itu sendiri.
Kamis, 01 Desember 2011
Malaikat itu disebut sahabat
Bukan menjadi asing saat tangan akhirnya menemukan pegangan.
Bukan menjadi mudah saat perjalanan berdua ditempuh.
Bukan menjadi biasa saat pada masanya ada tawa dan airmata mengisi jiwa.
Dan bukan menjadi tak ada saat genggaman terlepas karena menempuh jalan yang berbeda.
Sahabat adalah sayap, saat terjatuh di lubang berlumpur, dia akan mengangkat kita naik.
Sahabat adalah musik, saat hening yang mengisi jiwa dan sunyi mengusik bathin.
Sahabat adalah jawaban yang senantiasa menampar kelengahan kita dan mendorong kita ke jalan yang seharusnya.
Dan sahabat adalah mimpi dari sebuah kesendirian bathin yang haus akan cerita.
Dan kusebut kau malaikat, yang hadir tanpa perlu kuberteriak. Kusebut kau jiwa, yang menjadi jawaban saat aku bahkan takut untuk bertanya. Dan kusebut kau kasih, yang rela tersenyum walau bathin tersayat luka. Kepada kau, sahabat... Smg terang jalanmu dan bahagia senyummu. Selalu.... (1/12/11; 19:56)
Bukan menjadi mudah saat perjalanan berdua ditempuh.
Bukan menjadi biasa saat pada masanya ada tawa dan airmata mengisi jiwa.
Dan bukan menjadi tak ada saat genggaman terlepas karena menempuh jalan yang berbeda.
Sahabat adalah sayap, saat terjatuh di lubang berlumpur, dia akan mengangkat kita naik.
Sahabat adalah musik, saat hening yang mengisi jiwa dan sunyi mengusik bathin.
Sahabat adalah jawaban yang senantiasa menampar kelengahan kita dan mendorong kita ke jalan yang seharusnya.
Dan sahabat adalah mimpi dari sebuah kesendirian bathin yang haus akan cerita.
Dan kusebut kau malaikat, yang hadir tanpa perlu kuberteriak. Kusebut kau jiwa, yang menjadi jawaban saat aku bahkan takut untuk bertanya. Dan kusebut kau kasih, yang rela tersenyum walau bathin tersayat luka. Kepada kau, sahabat... Smg terang jalanmu dan bahagia senyummu. Selalu.... (1/12/11; 19:56)
Minggu, 13 November 2011
Titik Sebuah Koma
Sebuah jeda untuk berhenti. Kembali menarik nafas dan menghapus peluh dari sebuah perjalanan. Saat menatap di ujung titik itu, hanya dua pilihan yang menggantung di tenggorokan yang tersekat lelah, menyerah kalah atau kembali menarik backpack dan menyamankan diri dengan alunan kaki. Ini yang disebut pendewasaan diri dan pemantaban emosi. Konsentrasi pada pengambilan keputusan bahwa semua adalah kesempatan langka dan butuh perjuangan, bukan sekedar waktu yang terbuang dan pengejaran tak terfokus. Bukan munafik, bahkan orang yang membawa kompas pun, butuh orang yang lebih tahu untuk memberi pilihan arah dan alternatif perjalanan. Proses... Tak mungkin tanpa kesalahan. Dalam sebuah perjalanan panjang di dunia asing, membutakan mata atau menulikan telinga hanya kebodohan seorang pandir belaka, hanya semata-mata membuang waktu percuma. Jeda... hanya koma yang akan berlanjut pada kisah selanjutnya. Setiap halaman dalam hidup, tokoh baru akan senantiasa muncul. Namun, tokoh-tokoh penentu tak akan tertinggal, karena setiap dialog dan alurnya mereka selalu ada. Doa ayah dan bunda sebagai penerang jalan, pelancar pilihan... Tiket mutlak dalam segala petualangan. (13/11/11-00:47)
Minggu, 25 September 2011
Dreams Made Me
Bukan hanya mimpi yang ingin kubeli. Bukan hanya angan, khayalan, atau cerita semu masa depan.
Rasanya ingin kugigit lidahku saat merasa berucap aku belum puas dengan semua.
Rasanya ingin kutampar saja.
Ada bagian dari jiwaku berharap lebih, meraih legenda pribadi yang orang bilang hanya obsesi semata.
Entah kepuasan, kehampaan atau justru semakin berlubang?
Kusebut diriku pengecut, karena berhenti melawan arus, dan tenang mengikuti alirannya.
Karena lelah bergeliat, lelah tertampar dan rasanya ingin berhenti berjuang. Apakah manusia pembelajar pernah menemukan kepuasan di setiap suapan makanannya?
Tak jelas bedanya tak pandai bersyukur atau penuh dengan target diri.
Tergantung pada siapa aku bicara.
Karena peluhku ingin berarti.
Puasku ingin bermakna.
Rasanya ingin kugigit lidahku saat merasa berucap aku belum puas dengan semua.
Rasanya ingin kutampar saja.
Ada bagian dari jiwaku berharap lebih, meraih legenda pribadi yang orang bilang hanya obsesi semata.
Entah kepuasan, kehampaan atau justru semakin berlubang?
Kusebut diriku pengecut, karena berhenti melawan arus, dan tenang mengikuti alirannya.
Karena lelah bergeliat, lelah tertampar dan rasanya ingin berhenti berjuang. Apakah manusia pembelajar pernah menemukan kepuasan di setiap suapan makanannya?
Tak jelas bedanya tak pandai bersyukur atau penuh dengan target diri.
Tergantung pada siapa aku bicara.
Karena peluhku ingin berarti.
Puasku ingin bermakna.
Langganan:
Postingan (Atom)
