Jumat, 26 Oktober 2007

Suatu Kegilaan Terjadi Ketika Kau Mengijinkannya

Sebelum ku mulai kegilaan itu, mungkin takkan kusebut siapa engkau
Mungkin terlalu rapuh jika ku buka sebuah rahasia di atas pondasiku yang terbuat dari kaca
Sebelum kubuka mulutku, mungkin tak perlu ku lihat wajahmu
Tak mampu lagi aku bicara jika kutemukan matamu menatap dalam mataku

Apa salahnya menjadi seorang penyair?
Jika memang ia hanya bisa merangkai kata-kata omong kosong
Dalam selembar putih kertas tanpa garis
Apa salahnya menjadi pemimpi?
Jika selamanya hidup dalam pelangi dan berdansa dengan hujan

Jikalau kegilaan dapat membuat yang tak mungkin menjadi mungkin
Tiada menjadi ada
Dan air mata menjadi bahagia
Lalu…
Apa salahnya menjadi gila dalam kegilaan tanpa syarat?
Lamunan tak selamanya menjadi lamunan
Jika tak kauwujudkan dalam kegilaanmu untuk mencoba
Dan aku ingin menjadi gila untuk mencobanya

Karena hanya lamunan yang bawa kau dalam kegilaanku
Jika penat kulihat kau dalam kenyataan ketiadaanmu
Kukan senantiasa bermain dalam lamunan dan menjemputmu disana
Mungkin…
Kegilaanlah permainanku
Dan lamunan taman bermainku

Jadilah kegilaanku, kekasih…
Dan ijinkan aku memilihmu…
Karena betapa indah lamunanku dengan kegilaan bersamamu….

22-07-2007
11.28 AM

0 komentar: