Bukan menjadi asing saat tangan akhirnya menemukan pegangan.
Bukan menjadi mudah saat perjalanan berdua ditempuh.
Bukan menjadi biasa saat pada masanya ada tawa dan airmata mengisi jiwa.
Dan bukan menjadi tak ada saat genggaman terlepas karena menempuh jalan yang berbeda.
Sahabat adalah sayap, saat terjatuh di lubang berlumpur, dia akan mengangkat kita naik.
Sahabat adalah musik, saat hening yang mengisi jiwa dan sunyi mengusik bathin.
Sahabat adalah jawaban yang senantiasa menampar kelengahan kita dan mendorong kita ke jalan yang seharusnya.
Dan sahabat adalah mimpi dari sebuah kesendirian bathin yang haus akan cerita.
Dan kusebut kau malaikat, yang hadir tanpa perlu kuberteriak. Kusebut kau jiwa, yang menjadi jawaban saat aku bahkan takut untuk bertanya. Dan kusebut kau kasih, yang rela tersenyum walau bathin tersayat luka. Kepada kau, sahabat... Smg terang jalanmu dan bahagia senyummu. Selalu.... (1/12/11; 19:56)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar